Skala interval adalah data yang berupa nilai berurutan dan masing-masing memiliki jarak atau perbedaan yang
bermakna (Abuzar, 2017). Namun, jarak tersebut bukan merupakan kelipatan karena angka nol dalam skala
interval tidak dianggap nilai nol mutlak.
Contoh: Dua orang murid mendapat nilai ujian yang berbeda; si A mendapat 70 sedangkan si B mendapat nilai
35. Dalam kasus tersebut, tidak dapat dikatakan si A dua kali lebih pandai dibanding si B karena nilai tersebut
tidak bisa dikatakan kelipatan; nilai 0 dalam penilaian ujian tersebut bukan nilai mutlak dan tidak diartikan
sebagai nihilnya kepandaian seseorang.
Skala Rasio adalah data yang mencakup semua skala di atas, meliputi jarak dua titik pada skala sudah diketahui
dan memberikan nilai absolut pada objek yang diukur karena mempunyai titik nol yang absolut.
Contoh: jumlah buku di kelas sebanyak lima, berarti ada lima buku. Jika nol, berarti tidak ada buku (nol absolut).
Pada data rasio tidak ada kategorisasi atau pemberian kode. Operasi matematika dapat dilakukan pada data
rasio, misalnya, 100 cm + 35 cm = 135 cm, 5 mangga + 2 manga = 7 mangga.