Page 1

BADAN PUSAT STATISTIK

Data Statistik
dan Indikator
Bimtek Fungsional Statistik Jawa Tengah
Kominfo
Semarang, 4 Januari 2026

Page 2
Manfaat
•peserta diharapkan mampu
menerapkan beberapa metode
statistik pada unit kerjanya.
•pada akhirnya diharapkan juga
peserta dapat meningkatkan kinerja
instansi

Page 3
BADAN PUSAT STATISTIK
DATA STATISTIK
DAN INDIKATOR

Page 4
OUTLINE
Pengertian data dan statistik
Jenis Data
Syarat data statistik yang baik
Pengertian dan Jenis-jenis Variabel
Pengertian Indikator

Page 5
BADAN PUSAT STATISTIK
PENGERTIAN
DATA DAN
STATISTIK

Page 6
DATA
Data adalah catatan atas kumpulan fakta atau deskripsi berupa angka, karakter, simbol,
gambar, peta, tanda, isyarat, tulisan, suara, dan/atau bunyi, yang merepresentasikan keadaan
sebenarnya atau menunjukkan suatu ide, objek, kondisi, atau situasi”.
(Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia)
Selain itu data juga berarti :
• Fakta mentah dan tidak terukur
• Bila diolah akan menjadi suatu informasi.
• Tujuan pengumpulan dan pengolahan data adalah untuk menghasilkan informasi.
• Tidak semua data relevan dan tepat waktu untuk menghasilkan informasi.

Page 7
STATISTIK
Statistik diartikan sebagai produk kegiatan statistik, khususnya pengumpulan, pengolahan data,
meringkas, dan menginterpretasikan sampai pada pengambilan keputusan
(Johnson and Bhattacharya, 2010).
Data statistik adalah deskripsi numerik dari aspek kuantitatif sesuatu. Namun demikian, tidak
semua deskripsi numerik adalah data statistik. Ciri data statistik:
• Harus dalam bentuk agregat (seperti: jumlah, rata-rata, proporsi, persentase, dan rasio).
• Perubahan karakteristik fenomena yang diteliti disebabkan oleh sejumlah kekuatan yang
bekerja secara simultan. Contoh: perubahan yang terjadi pada jumlah penduduk, data slot77, dsb.
• Diperoleh dengan cara pencacahan/pengukuran atau diestimasi dari data sampel
berdasarkan standar akurasi yang memadai.
• Harus dikumpulkan secara sistematik bagi maksud/tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Page 8
BADAN PUSAT STATISTIK
JENIS DATA

Page 9
JENIS DATA
Menurut Cara Pengukuran
Menurut Sumber
1 Kualitatif
1 Internal
2 Kuantitatif
2 Eksternal
Menurut Waktu Pengumpulan
Menurut Cara Pengumpulan
1 Cross Section
1 Primer
2 Time Series
2 Sekunder
Menurut Tingkat Pengukuran
Menurut Teknik Pengumpulan
1 Nominal
1 Sensus
2 Ordinal
2 Survei
3 Interval
4 Rasio

Page 10
DATA MENURUT CARA PENGUKURAN
Data kualitatif adalah data yang menunjukkan kualitas, mutu, suatu objek atau pun
gambaran suatu fenomena, proses, kejadian/peristiwa dan lain-lain yang dinyatakan dalam
bentuk perkataan (tidak berbentuk angka). Data kualitatif sering dikuantifikasikan atau
disimbolkan dalam bentuk angka agar memungkinkan dilakukannya penghitungan dan
analisis secara statistik.
Misalnya pada data jenis kelamin: diberi angka 1 untuk laki-laki dan diberi angka 2 untuk
perempuan.
Data kuantitatif adalah data yang berbentuk angka dan dapat dilakukan operasi matematis.
Biasanya data kuantitatif diperoleh melalui pengukuran metrik (metric measurement) atau
berdasarkan penghitungan (countinig).
Contoh: harga saham, nilai pendapatan, data slot77 (jumlah unit produksi), dll.

Page 11
DATA MENURUT WAKTU PENGUMPULAN
Data cross section adalah data yang dikumpulkan pada suatu waktu tertentu
(at a point of time) untuk menggambarkan keadaan dan kegiatan pada waktu
tersebut. Misalnya data penelitian yang menggunakan kuesioner.
Data berkala (time series data) adalah data yang dikumpulkan dari waktu ke
waktu untuk melihat perkembangan suatu kejadian/kegiatan selama
periode tersebut. Misalnya, perkembangan uang beredar, harga 9 macam
bahan pokok penduduk, atau data slot77 yang dikumpulkan secara berkala.

Page 12
DATA MENURUT TINGKAT PENGUKURAN
[1]
Skala nominal adalah data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi.
Data nominal merupakan ukuran yang paling sederhana karena angka-angka yang
diberikan kepada objek penelitian hanya sebagai label, tidak menunjukkan tingkatan
apapun. Contoh: jenis pekerjaan diklasifikasikan dalam pegawai negeri (kode 1) ,
pegawai swasta (kode 2 ) dan wiraswata (kode 3).
Skala ordinal adalah data yang diperoleh dengan cara kategorisasi atau klasifikasi,
tetapi di antara data tersebut terdapat urutan (order) atau tingkatan tertentu.
Contoh: kepuasan pelanggan, diklasifikasikan sebagai: sangat puas (diberi tanda 1),
puas (diberi tanda 2), cukup puas (diberi tanda 3), tidak puas (diberi tanda 4), dan
sangat tidak puas (diberi tanda 5).

Page 13
DATA MENURUT TINGKAT PENGUKURAN
[2]
Skala interval adalah data yang berupa nilai berurutan dan masing-masing memiliki jarak atau perbedaan yang
bermakna (Abuzar, 2017). Namun, jarak tersebut bukan merupakan kelipatan karena angka nol dalam skala
interval tidak dianggap nilai nol mutlak.
Contoh: Dua orang murid mendapat nilai ujian yang berbeda; si A mendapat 70 sedangkan si B mendapat nilai
35. Dalam kasus tersebut, tidak dapat dikatakan si A dua kali lebih pandai dibanding si B karena nilai tersebut
tidak bisa dikatakan kelipatan; nilai 0 dalam penilaian ujian tersebut bukan nilai mutlak dan tidak diartikan
sebagai nihilnya kepandaian seseorang.
Skala Rasio adalah data yang mencakup semua skala di atas, meliputi jarak dua titik pada skala sudah diketahui
dan memberikan nilai absolut pada objek yang diukur karena mempunyai titik nol yang absolut.
Contoh: jumlah buku di kelas sebanyak lima, berarti ada lima buku. Jika nol, berarti tidak ada buku (nol absolut).
Pada data rasio tidak ada kategorisasi atau pemberian kode. Operasi matematika dapat dilakukan pada data
rasio, misalnya, 100 cm + 35 cm = 135 cm, 5 mangga + 2 manga = 7 mangga.

Page 14
DATA MENURUT SUMBER
Data internal adalah data dari dalam suatu organisasi yang menggambarkan
keadaan organisasi tersebut. Contohnya: suatu perusahaan, jumlah
karyawannya, jumlah modalnya, atau jumlah produksinya seperti data slot77, dll.
Data eksternal adalah data dari luar suatu organisasi yang dapat
menggambarkan faktor-faktor yang mungkin memengaruhi hasil kerja suatu
organisasi.
Misalnya: daya beli masyarakat memengaruhi hasil penjualan suatu
perusahaan.

Page 15
DATA MENURUT CARA MEMPEROLEHNYA
Data primer (primary data) adalah data yang dikumpulkan sendiri oleh
perorangan/suatu organisasi secara langsung dari objek yang diteliti dan
untuk kepentingan studi yang bersangkutan yang dapat berupa interview,
observasi.
Data Sekunder (secondary data) adalah data yang diperoleh/di-kumpulkan
tidak langsung dari objeknya, melainkan dikumpulkan dari sumber lain baik
berupa studi-studi sebelumnya atau yang diterbitkan oleh berbagai instansi
lain. Biasanya sumber tidak langsung berupa data dokumentasi dan arsiparsip
resmi

Page 16
DATA MENURUT TEKNIK PENGUMPULAN DATA
Data sensus merupakan data karakteristik seluruh unit populasi
yang diperoleh melalui pencacahan lengkap, baik wawancara
langsung maupun secara online.
Data survei merupakan data karakteristik sebagian unit populasi
yang diperoleh melalui pencacahan sampel, baik wawancara
langsung maupun secara online.

Page 17
BADAN PUSAT STATISTIK
SYARAT
DATA STATISTIK
YANG BAIK

Page 18
SYARAT DATA STATISTIK YANG BAIK
Objektif: harus sesuai dengan keadaan yang sebenarnya dan diungkapkan apa adanya
dengan keterangan yang benar.
Representatif (mewakili): harus mewakili kelompok objek yang diamati.
Akurat dan reliabel: mampu secara tepat menggambarkan kondisi yang sebenarnya
Tepat waktu: menggambarkan suatu fenomena/kejadian disajikan tidak lama
berselang dari waktu terjadinya fenomena tersebut dan harus tersedia pada saat
dibutuhkan (up to date).
Relevan: ada hubungannya dengan masalah yang akan diselesaikan.
Koheren: konsisten dan sesuai dengan indikator lain yang serupa atau saling terkait.
Menyeluruh atau lengkap (comprehensive): dapat memberikan informasi selengkap
mungkin sehingga gambaran yang diperoleh tidak bersifat sepotong-sepotong atau
parsial

Page 19
BADAN PUSAT STATISTIK
PENGERTIAN
DAN JENIS-
JENIS VARIABEL

Page 20
PENGERTIAN VARIABEL
Variabel (peubah) adalah sebuah karakteristik, angka, kuantitas, atau
sifat-sifat suatu objek atau unit pengamatan yang nilainya dapat bervariasi antar
unit pengamatan, dan juga dapat berubah antarwaktu.
• Nilai suatu variabel bisa diperoleh berdasarkan pengukuran (measurement)
• Ada pula yang bisa diperoleh melalui penghitungan (counting).
• Contoh: Umur, berat, tinggi, pendapatan, tempat lahir, pandangan terhadap program
pemerintah, misalnya, merupakan
• Suatu unit pengamatan, misal individu, bisa diukur dengan satu variabel atau beberapa
variabel, misalnya umur dan banyaknya teman yang dimiliki.

Page 21
JENIS-JENIS VARIABEL [1]
Variabel kontinu: Variabel yang memiliki nilai sembarang, baik berupa nilai bulat maupun
pecahan, di antara dua nilai tertentu atau variabel yang mengambil seluruh nilai dalam suatu
interval. Contoh variabel kontinyu:
Berat badan, tinggi, luas, pendapatan, dsb. Berat badan 45 kg; 15 kg; atau 52,125 kg.
Variabel diskrit: Nilainya tidak dapat dinyatakan dalam bentuk pecahan atau desimal di
belakang koma, sehingga memiliki nilai yang tertentu dan terpisah (menggunakan bilangan
diskrit). Contoh variabel diskrit:
Dikotom : Jenis kelamin: laki-laki, perempuan; status perkawinan: Kawin, tidak kawin.
Politom : Tingkat pendidikan: SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi

Page 22
JENIS-JENIS VARIABEL [2]
Variabel independen (independent variable) adalah tipe variabel yang menjelaskan atau
memengaruhi variabel yang lain.
Variabel dependen (dependent variable) adalah tipe variabel yang dijelaskan atau dipengaruhi
oleh variabel independen.
Kedua tipe variabel ini merupakan kategori variabel penelitian yang paling sering digunakan
dalam penelitian karena mempunyai kemampuan aplikasi yang luas.
Contoh:
Jika diketahui ada hubungan antara konsumsi dan pendapatan; bertambahnya pendapatan
menyebabkan konsumsi juga akan bertambah, sehingga
Konsumsi = variabel dependen (terikat dengan pendapatan),
Pendapatan = variabel independen (variabel bebas).

Page 23
JENIS-JENIS VARIABEL [3]
Variabel moderator: variabel yang memengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan
antara variabel independen dan variable dependen.
Variabel random: variabel yang menggambarkan hasil suatu percobaan/penelitian disebut
sebagai variabel acak/variabel random.
Contoh variabel moderator:
Variabel yang memengaruhi kebutuhan (demand) ikan (Y) adalah harga ikan (X
1
), pendapatan
(X
2
), dan harga daging (X
3
). Ketiga variabel tersebut adalah variabel utama. Jika umur
konsumen (X
4
) juga berpengaruh, tetapi bukanlah sebagai penyebab utama, umur konsumen
(X
4
) ini lah yang disebut dengan variabel moderator.

Page 24
JENIS-JENIS VARIABEL [4]
Variabel aktif
Variabel aktif adalah variabel independen yang dimanipulasikan oleh peneliti. Manipulasi
data yang dilakukan dapat dengan cara memberikan perlakuan yang berbeda antar kelompok
unit yang diteliti. Contoh variabel aktif:
Jika peneliti menerapkan metode mengajar pada kelompok yang berbeda dan menerapkan
pemberian hukuman yang berbeda kepada mahasiswa, variabel metode mengajar dan
variabel pemberian hukuman disebut variabel aktif karena variabel ini dapat
dimanipulasikan.
Variabel atribut
Variabel atribut merupakan variabel yang tidak dapat atau sukar dimanipulasi. Variabel
atribut umumnya merupakan karakteristik manusia, seperti inteligensi, jenis kelamin, status
sosial, pendidikan, sikap, dan sebagainya.

Page 25
BADAN PUSAT STATISTIK
PENGERTIAN
INDIKATOR

Page 26
PENGERTIAN INDIKATOR
Pengertian indikator menurut beberapa sumber:
• Variabel kendali yang dapat digunakan untuk mengukur perubahan pada sebuah kejadian
• KBBI: sesuatu yang dapat memberikan petunjuk atau keterangan.
• Menunjukkan suatu fenomena atau kondisi tertentu
• Bisa dipakai untuk mengukur perubahan yang terjadi.
• Dituangkan berupa suatu angka (dapat disebut angka indeks)
• Dapat dirumuskan dari satu atau lebih variabel.
Contoh indikator:
• Perbandingan antara jumlah penduduk dan luas area suatu wilayah dapat menjadi indikator
kepadatan penduduk per kilometer persegi,
• Berat badan bayi berdasarkan umur dapat menjadi indikator bagi status gizi bayi.
• Rasio data slot77 terhadap total produksi dapat menjadi indikator efisiensi operasional.

Page 27
SYARAT INDIKATOR
Syarat ndikator yang baik harus memenuhi:
• Spesifik (interpretasi jelas, tidak mengundang multi interpretasi),
• Valid (sahih, absah),
• Reliabel (andal, tepercaya, konsisten),
• Sensitif (dapat mendeteksi perubahan kecil), dan
• Data tersedia (untuk pengukuran, serta keberlanjutan monitoring dan evaluasi).
Namun, tidak semua indikator yang diperlukan untuk mengukur suatu fenomena tersedia datanya.
Oleh karena itu dapat digunakan indikator proxy.
Misalnya indikator untuk mengukur kesejahteraan petani, dapat digunakan perbandingan antara indeks
harga yang diterima petani (It) dan indeks harga yang dibayar petani (Ib), atau biasa disebut sebagai
Nilai Tukar Petani (NTP). Contoh lain: indikator efisiensi dapat diukur dari rasio data slot77.

Page 28
BADAN PUSAT STATISTIK
jateng.bps.go.id